Minggu, 04 Agustus 2013

pacaran

"Bukan Cinta Yang Sejati"

5 Agustus 2013 pukul 5:33
Ibnul Qayyim dalam bukunya
“Taman Orang yang Jatuh Cinta”
atau dalam kitab arabnya
disebut dengan “Roudhotul
Muhibbin” menerangkan tentang
akibat dari hubungan intim yang tidak halal seperti yang kita
saksikan saat ini di tengah-
tengah muda-mudi yang memadu
kasih lewat pacaran. Bahkan sex
before marriage jadi hal yang
lazim bagi orang yang ingin membuktikan cinta pada
kekasihnya. Padahal hubungan
seperti ini sebenarnya bukan
cinta sejati dan termasuk dosa
besar yang dimurkai Allah. Ibnu Qayyim Al Jauziyah
rahimahullah berkata, “Sejatinya hubungan intim (jima’
atau bersetubuh) yang tidak
halal malah bisa merusak rasa
cinta. Bahkan rasa cinta
tersebut bisa berakhir benci dan
permusuhan. Inilah yang telah kita saksikan dalam kenyataan.
Setiap cinta yang tidak didasari
cinta karena Allah maka akan
berakhir dengan kebencian. Ini
jika cinta yang tidak didasari
atas takwa bagaimanakan lagi jika dilakukan dengan menerjang
dosa besar (seperti zina)?! Allah
Ta’ala berfirman, ٌّﻭُﺪَﻋ ٍﺾْﻌَﺒِﻟ ْﻢُﻬُﻀْﻌَﺑ ٍﺬِﺌَﻣْﻮَﻳ ُﺀﺎَّﻠِﺧَﺄْﻟﺍ َﻦﻴِﻘَّﺘُﻤْﻟﺍ ﺎَّﻟِﺇ “Persaudaraan pada hari ini (hari
kiamat) saling bermusuhan
kecuali orang-orang
bertakwa” (QS. Az Zukhruf: 67). Adapun hubungan intim yang
halal malah itu menambah cinta.
Jika keinginan orang yang
mencinta telah dicapai, ia lantas
merasakan nikmatnya dan
lezatnya, sehingga rasa cinta pun bertambah. (Roudhotul
Muhibbin, cet Dar Ibnu Katsir, hal.
127-128). Ayat yang dibawakan oleh Ibnul
Qayyim di atas menunjukkan
bahwa khullah, persaudaraan
yang tulus atau ikatan cinta
yang tulus bisa langgeng hingga
akhirat asal didasari cinta karena Allah. Sedangkan seks di
luar nikah bukanlah atas dasar
cinta karena Allah, namun cinta
yang didasari nafsu belaka.
Sehingga mengapa mesti
membuktikan cinta lewat jalan yang Allah haramkan? Perlu
diketahui -wahai para remaja-,
cinta yang diridhoi Allah adalah
cinta lewat jalur yang sah, yaitu
pernikahan, bukan lewat
pacaran. So … say no for girl friends.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar